Breaking News

Trisakti Run for Charity Jadi Upaya IKA Trisakti Bantu Pemulihan Daerah Terdampak Bencana


Aktivitas lari dikemas menjadi gerakan sosial oleh Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti) melalui Trisakti Run for Charity. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Trisakti Peduli, gerakan kemanusiaan yang diarahkan untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Ketua Umum IKA Trisakti Maman Abdurrahman mengatakan perhatian organisasi tidak berhenti pada pemberian bantuan ketika bencana terjadi. Alumni Trisakti juga ingin ikut mendukung proses pemulihan ekonomi agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya.

"Jadi fokus kami, Ikatan Alumni Trisakti, kami akan ikut andil dalam melakukan dan terlibat di dalam upaya recovery ekonomi di beberapa daerah-daerah bencana, yang terakhir ini adalah karhutla Kalimantan dan Sumatra," ujar Maman, dikutip dari Antara.

Trisakti Run for Charity menjadi salah satu sarana untuk menghimpun dukungan bagi agenda tersebut. Kegiatan ini mempertemukan alumni, komunitas, dan masyarakat dalam aktivitas olahraga sekaligus aksi sosial.

Selain membahas kegiatan kemanusiaan, Maman turut menjelaskan kondisi organisasi alumni Trisakti yang selama puluhan tahun mengalami dinamika. Ia menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan konflik antara yayasan dan rektorat yang kemudian berdampak pada hubungan antarlulusan.

Menurut Maman, situasi tersebut pada akhirnya memunculkan dua organisasi dengan nama berbeda, yakni Ikatan Alumni Trisakti dan Ikatan Alumni Universitas Trisakti atau IKAU Trisakti.

"Situasi ini berdampak memang kepada ikatan alumni, bahwa ada beberapa pandangan yang akhirnya menyebabkan beberapa tahun yang lalu ada Ikatan Alumni Trisakti dan ada Ikatan Alumni Universitas Trisakti," kata Maman.

Persoalan tersebut kemudian berlanjut ke jalur hukum. Maman menyatakan proses itu telah menghasilkan putusan Peninjauan Kembali (PK) yang berkekuatan hukum tetap.

Berdasarkan putusan yang dirujuknya, Maman mengatakan nama IKA Trisakti menjadi satu-satunya organisasi alumni yang dikenal secara legal dan organisatoris. Ia juga menyebut kesepakatan serupa telah diperkuat melalui keputusan organisasi dari ikatan alumni fakultas dan sekolah tinggi.

"Jadi hari ini secara legal dan juga secara aktual dan fakta organisatoris, bahwa kita semua hanya mengenal satu ikatan alumni, yaitu Ikatan Alumni Trisakti," ujar Maman.

Menurut Maman, penyatuan tersebut juga membuka kesempatan bagi alumni dari berbagai fakultas dan sekolah tinggi untuk membangun hubungan yang lebih erat. Ia mengatakan sebelumnya interaksi antarkelompok alumni belum selalu berlangsung secara intensif.

Maman yang merupakan alumnus Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi mengaku pernah merasakan kondisi tersebut. Ia menyebut alumni dari ikatan fakultas dan sekolah tinggi sebelumnya lebih banyak beraktivitas di lingkungan masing-masing.

Dengan adanya satu wadah, Maman berharap hubungan tersebut semakin terbuka. Ia juga menekankan pentingnya kesetaraan di antara seluruh alumni Trisakti.

Meski demikian, Maman mengakui masih mungkin terdapat individu yang menggunakan nama organisasi alumni lain. Ia membedakan posisi individu sebagai alumni dengan status organisasi secara kelembagaan.

Menurutnya, setiap alumnus tetap merupakan bagian dari keluarga besar Trisakti dan berhak mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasi. Perbedaan organisasi, kata dia, tidak seharusnya menghilangkan hubungan sebagai sesama alumni.

Maman juga menyatakan tidak ingin kembali memperpanjang polemik mengenai dualitas organisasi. Ia memilih mengarahkan perhatian pada kegiatan yang dapat memperkuat kebersamaan alumni sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

Salah satu bentuknya adalah Trisakti Peduli melalui Trisakti Run for Charity. Program tersebut menjadi wadah bagi IKA Trisakti untuk menggalang dukungan sekaligus ikut mengambil bagian dalam pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.

Kata kunci: Trisakti Run for Charity, IKA Trisakti, pemulihan bencana

© Copyright 2026 - WartaSelebriti.com